{"id":105,"date":"2026-10-01T20:01:15","date_gmt":"2026-10-01T20:01:15","guid":{"rendered":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/?p=105"},"modified":"2026-10-01T20:01:15","modified_gmt":"2026-10-01T20:01:15","slug":"anak-tidak-tumbuh-dari-ruang-kosong-kerja-perawatan-harus-diakui-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/?p=105","title":{"rendered":"Anak Tidak Tumbuh dari Ruang Kosong: Kerja Perawatan Harus Diakui Negara"},"content":{"rendered":"<p>Dalam <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/di-tanah-lada-2\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">buku<\/a> berjudul \u2018Di Tanah Lada\u2019, anak-anak tidak tumbuh di ruang kosong. Mereka tumbuh di antara makanan yang harus disiapkan, pintu yang harus dibuka, ketakutan yang harus ditenangkan, dan pertanyaan yang menunggu jawaban. Semua itu adalah kerja perawatan\u2014pekerjaan yang sering berlangsung tanpa upah, tanpa jam kerja, tanpa jabatan, bahkan tanpa nama.<\/p>\n<p>Kabar tentang pemutakhiran Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2026 karena itu penting dibaca bukan sebagai agenda birokrasi biasa. Pada 22 September 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menegaskan bahwa ekonomi perawatan merupakan bagian dari pembangunan manusia, ketahanan keluarga, dan pembangunan ekonomi. Pemerintah juga menyebut pekerjaan perawatan tidak boleh lagi dianggap semata-mata sebagai beban keluarga atau tanggung jawab perempuan. (<a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5753635\/kpppa-ekonomi-perawatan-bagian-dari-pembangunan-manusia-dan-ekonomi?utm_source=openai\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">antaranews.com<\/a>)<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut terdengar teknokratis, tetapi persoalannya sangat sehari-hari: siapa yang memastikan anak makan, tidur, tidak tersesat, memahami perubahan dalam keluarganya, dan memiliki seseorang untuk dipanggil ketika takut? Jawaban atas pertanyaan itu menentukan apakah perlindungan anak benar-benar hadir atau hanya tertulis dalam kebijakan.<\/p>\n<h2>Yang Menjaga Anak Sering Tidak Masuk Hitungan Ekonomi<\/h2>\n<p>Ava memahami dunia melalui kamus, makanan, suara pintu, dan perubahan wajah orang dewasa. Ia tahu kapan Mama sedang sedih, kapan Papa akan marah, kapan ia harus diam, dan kapan ia perlu menyimpan makanan di dalam ransel. Pengetahuan itu bukan sekadar kelucuan sudut pandang anak. Ia adalah hasil dari hidup dalam rumah yang membuat seorang anak harus terus membaca keadaan.<\/p>\n<p>Di belakang Ava, ada kerja perawatan Mama: menyiapkan sarapan, memandikan, menemani ke pasar, memikirkan kasur, menyediakan alat komunikasi, dan berusaha menjelaskan situasi yang tidak mampu dijelaskan oleh orang dewasa lain. Namun, kerja itu berlangsung di bawah ancaman. Mama merawat sambil menghadapi kekerasan, keterbatasan uang, dan kuasa suami yang dapat memaksanya mengikuti kehendak.<\/p>\n<p>Di sinilah berita tentang ekonomi perawatan memberi cermin baru terhadap kisah tersebut. Pemerintah menyebut perempuan menghabiskan waktu 2,8 kali lebih banyak untuk pekerjaan domestik dan perawatan tidak berbayar. (<a href=\"https:\/\/infopublik.id\/kategori\/nasional-sosial-budaya\/990386\/index.html?utm_source=openai\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">infopublik.id<\/a>) Angka itu membantu memperlihatkan sesuatu yang sudah tampak dalam kehidupan Ava: pengasuhan tidak jatuh ke ruang yang netral. Ia dibebankan kepada orang tertentu, terutama perempuan, lalu dianggap sebagai kewajaran keluarga.<\/p>\n<p>Padahal, ketika kerja merawat tidak diakui, anak ikut membayar harganya. Bukan hanya melalui kekurangan materi, melainkan juga melalui ketidakpastian. Anak belajar bahwa makanan bisa ada atau tidak ada, tempat tidur belum tentu tersedia, dan keselamatan bergantung pada suasana hati orang dewasa.<\/p>\n<h2>Keluarga Adalah Pusat, tetapi Tidak Boleh Dibiarkan Sendirian<\/h2>\n<p>Salah satu gagasan penting dari pembaruan kebijakan itu adalah bahwa keluarga tetap menjadi pusat perawatan, tetapi tidak dapat berjalan sendiri. Keluarga membutuhkan dukungan komunitas, layanan pendidikan dan kesehatan, dunia kerja, layanan sosial, serta pemerintah melalui regulasi dan perlindungan sosial. (<a href=\"https:\/\/kemenkopmk.go.id\/index.php\/kemenko-pmk-dorong-penguatan-ekonomi-perawatan-untuk-ketahanan-keluarga-dan-partisipasi-ekonomi?utm_source=openai\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">kemenkopmk.go.id<\/a>)<\/p>\n<p>Kalimat ini menemukan padanan yang kuat dalam hubungan Ava dan Pepper. Ketika pintu kamar Ava terkunci dan ia menangis di lorong, pertolongan pertama tidak datang dari lembaga besar. Ia datang dari warga rusun, Pak Satpam, Ibu Penjaga Rusun, dan Pepper\u2014anak lain yang juga hidup dalam kekurangan. Mereka membuka pintu, menyediakan makanan, menemani perjalanan, dan membantu Ava menemukan jalan pulang.<\/p>\n<p>Namun, adegan itu tidak boleh dibaca sebagai alasan untuk menyerahkan perlindungan anak kepada keberuntungan. Kehadiran orang baik memang dapat menyelamatkan keadaan, tetapi ia bukan sistem. Pepper sendiri mengalami ketiadaan perawatan yang lebih telanjang: tidak memiliki tempat tidur yang layak, tidak jelas siapa yang menunggunya, dan harus belajar bertahan melalui hubungan yang dibangun di jalanan.<\/p>\n<p>Hubungan antara kedua anak itu memperlihatkan bahwa kerja perawatan juga memiliki sisi sosial dan emosional. Pepper tidak hanya memberi bantuan praktis. Ia menggenggam tangan Ava, menjawab pertanyaannya, menghidupkan lampu, dan mengurangi rasa takutnya. Tetapi ketika anak harus merawat anak lain, masyarakat sedang melihat tanda kegagalan orang dewasa, bukan sekadar persahabatan yang mengharukan.<\/p>\n<h2>Peta Jalan Harus Menjadi Infrastruktur, Bukan Kosakata Baru<\/h2>\n<p>Pemerintah menyatakan pemutakhiran peta jalan perlu diterjemahkan menjadi rencana aksi yang nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. (<a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5752937\/menteri-pppa-tekankan-perubahan-cara-pandang-pekerjaan-perawatan?utm_source=openai\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">antaranews.com<\/a>) Ini titik uji terpentingnya. Ekonomi perawatan tidak akan berarti jika hanya menambah istilah baru dalam dokumen kebijakan tanpa mengubah cara negara membiayai dan mengawasi kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Jika anak membutuhkan pengasuhan, negara harus memastikan ada layanan yang aman, terjangkau, dan tersedia bukan hanya bagi keluarga yang tinggal di pusat kota. Jika orang tua bekerja, kebijakan harus memperhitungkan waktu perjalanan, jam kerja, cuti, pendapatan, dan beban mental yang selama ini disembunyikan sebagai urusan rumah tangga. Jika pengasuhan dilakukan oleh pekerja domestik, mereka harus memperoleh perlindungan, pendapatan layak, dan mekanisme pengaduan. Pada 30 September 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan mulai menyusun peta jalan tata kelola pekerja rumah tangga setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026. (<a href=\"https:\/\/sultra.antaranews.com\/berita\/541943\/kemnaker-mulai-susun-peta-jalan-tata-kelola-prt?utm_source=openai\" rel=\"nofollow noopener noreferrer\">sultra.antaranews.com<\/a>) Langkah itu relevan karena sistem perawatan tidak mungkin dibangun dengan mengabaikan orang-orang yang mengerjakan perawatan secara profesional.<\/p>\n<p>Tetapi perlindungan pekerja saja belum cukup. Negara juga harus mengukur hasilnya dari pengalaman anak: apakah ia memiliki makanan, tidur yang aman, orang dewasa yang dapat dipercaya, akses layanan, dan penjelasan ketika keluarganya berubah. Pembangunan manusia tidak boleh diukur hanya dari produktivitas orang dewasa apabila anak-anak yang memungkinkan produktivitas itu justru dibiarkan menanggung kecemasan sendirian.<\/p>\n<h2>Anak Membutuhkan Orang Dewasa yang Hadir, Bukan Sekadar Sistem yang Sibuk<\/h2>\n<p>\u2018Di Tanah Lada\u2019 memperlihatkan bahwa perawatan bukan tambahan setelah urusan ekonomi selesai. Perawatan adalah syarat agar seseorang dapat belajar, bekerja, pulih, dan membayangkan masa depan. Ava dapat bertanya karena ada sedikit ruang untuk mendengar. Pepper dapat bertahan karena sesekali ada orang yang tidak meninggalkannya.<\/p>\n<p>Karena itu, pemutakhiran Peta Jalan Ekonomi Perawatan harus dibaca sebagai janji yang belum selesai. Negara perlu memindahkan kerja merawat dari wilayah tak terlihat ke pusat perencanaan: ke anggaran, layanan publik, hukum ketenagakerjaan, perlindungan sosial, dan ukuran keberhasilan pembangunan.<\/p>\n<p>Anak tidak tumbuh dari ruang kosong. Mereka tumbuh dari waktu, tenaga, kesabaran, uang, dan keberanian orang-orang yang merawat. Jika semua itu terus dianggap urusan pribadi keluarga, negara akan tetap menikmati hasilnya tanpa mengakui biayanya. Dan selama biaya itu dibayar diam-diam, anak-anak seperti Ava dan Pepper akan terus menjadi pihak pertama yang merasakan ketika sistem perawatan runtuh.<\/p>\n<h2>Sumber<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5753635\/kpppa-ekonomi-perawatan-bagian-dari-pembangunan-manusia-dan-ekonomi\" rel=\"nofollow\">ANTARA News: Kpppa Ekonomi Perawatan Bagian Dari Pembangunan Manusia Dan Ekonomi<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/kemenkopmk.go.id\/index.php\/kemenko-pmk-dorong-penguatan-ekonomi-perawatan-untuk-ketahanan-keluarga-dan-partisipasi-ekonomi\" rel=\"nofollow\">kemenkopmk.go.id: Kemenko Pmk Dorong Penguatan Ekonomi Perawatan Untuk Ketahanan Keluarga Dan Partisipasi Ekonomi<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5752937\/menteri-pppa-tekankan-perubahan-cara-pandang-pekerjaan-perawatan\" rel=\"nofollow\">ANTARA News: Menteri Pppa Tekankan Perubahan Cara Pandang Pekerjaan Perawatan<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/tag\/pekerjaan-perawatan\" rel=\"nofollow\">ANTARA News: Pekerjaan Perawatan<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/di-tanah-lada-2\" rel=\"nofollow\">Buku Di Tanah Lada \u2014 Gramedia<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam buku berjudul \u2018Di Tanah Lada\u2019, anak-anak tidak tumbuh di ruang kosong. Mereka tumbuh di antara makanan yang harus disiapkan, pintu yang harus dibuka, ketakutan yang harus ditenangkan, dan pertanyaan yang menunggu jawaban. Semua itu adalah kerja perawatan\u2014pekerjaan yang sering berlangsung tanpa upah, tanpa jam kerja, tanpa jabatan, bahkan tanpa nama. Kabar tentang pemutakhiran Peta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-105","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=105"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/105\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lada.siapasangka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}